Back To Normal
Click Here To Subscribe Via Email

Subscribe To Our E-Mail Newsletter

Wednesday, November 25, 2015

7 Latihan Pernapasan Mudah untuk Meringankan Gejala Asma dan Sesak Nafas


Couch ModePrint It




Asma adalah penyakit paru-paru kronis yang menyempit dan menghambat saluran udara, sehingga sulit untuk bernapas. Pasien asma bahkan mungkin mengalami ketegangan dalam tubuh mereka karena mereka harus menempatkan usaha ekstra ke dalam pernapasan. Dinding dada dapat menjadi kaku dan tidak bergerak dengan mudah untuk memungkinkan aliran udara ke bawah dada dan daerah diafragma. Otot-otot respirasi (pada dasarnya otot yang berkontribusi terhadap menghirup dan menghembuskan nafas) akan tetap tegang bahkan ketika tidak ada masalah pernapasan kritis.

Gejala penyakit paru-paru kronis ini termasuk batuk, mengi dan sesak napas. Asma dapat dipicu oleh alergi apa pun, udara dingin, infeksi pernapasan (misalnya flu biasa), stres, dan obat-obatan.

Faktor risiko umum termasuk:

a.       Riwayat keluarga
b.      Jenis kelamin dan usia (asma lebih sering terjadi pada anak-anak meskipun risiko yang relatif sama untuk pria dan wanita)
c.       Merokok (asap rokok mengiritasi saluran udara)
d.      Kegemukan
e.      Polusi udara (paparan asap meningkatkan risiko asma)


Asma dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan akhirnya menyebabkan serangan asma yang mengancam jiwa. Kabar baiknya adalah bahwa latihan pernapasan terkendali dapat membantu!

Para peneliti percaya bahwa penderita asma bernapas lebih cepat dibandingkan dengan paru-paru normal. Banyak penderita asma juga memiliki kecenderungan untuk bernapas melalui mulut mereka, memperlihatkan paru-paru dingin dan udara kering  (pemicu asma). Latihan pernapasan yang mendorong pernapasan pendek terkendali dapat mengurangi gejala asma dan kebutuhan untuk pengobatan.



Latihan Pernapasan untuk Penderita asma

1.       Pernapasan Buteyko: teknik pernapasan ini mengajarkan penderita asma bagaimana secara sadar mengurangi tingkat napas mereka atau volume pernapasan mereka. Duduk tegak dan rilekskan dada dan perut otot saat bernapas. Untuk menjaga fokus, tutup mata Anda dan menengadah ke langit-langit. Bernapas lembut perlahan melalui hidung (tutup mulut). Buang napas perlahan sampai Anda merasa seperti tidak ada lagi udara yang tersisa di paru-paru Anda. Berikutnya, tahan nafas selama yang Anda bisa dan kemudian kembali ke pernapasan lembut.

2.       Latihan gerakan fisik: latihan pernapasan ini menggabungkan kedua unsur fisik dan pernapasan. Postur yang baik adalah kunci. Tutup matamu; rileks dan berkonsentrasi pada pernapasan Anda sambil duduk di posisi istirahat. Pertama, fokus pada pernapasan dengan melakukan rotasi bahu. Berikutnya, fokus pada pernapasan saat melakukan mengangkat lengan.
3.       Pernapasan diafragma: Ini adalah teknik sederhana yang akan memaksimalkan distribusi udara di paru-paru Anda. Anda bisa duduk atau berbaring untuk latihan ini. Fokus pada bernapas perlahan-lahan melalui hidung Anda. Ketika Anda menarik napas, pastikan perut Anda bergerak keluar. Berikutnya, menghembuskan napas perlahan, dengan perut Anda bergerak ke dalam. Fase menghembuskan napas harus dua kali lebih lama dari pada menghirup.
4.       Metode Papworth: metode pernapasan ini mirip dengan metode Buteyko dan pernapasan diafragma. Latihan pernapasan akan membantu orang-orang dengan asma ringan yang disebabkan oleh napas cepat atau pernapasan mulut. Metode ini berfokus pada ritme pernapasan tenang dan teratur. Hal ini juga melibatkan bernapas melalui hidung dan menggunakan diafragma dan perut saat melakukannya.
5.       Yoga: Yoga melibatkan kondisi menahan dan berkonsentrasi pada pernapasan. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada American College of Sports Medicine menunjukkan bahwa latihan yoga teratur (yaitu beberapa kali setiap minggu) memperbaiki gejala dan kualitas hidup bagi penderita asma. Peserta dalam penelitian ini melihat gejala berkurang hingga 43%
6.       Teknik relaksasi progresif: Teknik ini akan membantu Anda mengendurkan otot-otot dalam tubuh Anda. Berbaring, tutup mata Anda dan berkonsentrasi pada pernapasan melalui hidung. Kencangkan otot-otot di kaki kanan Anda dan tahan selama 20-30 detik, rileks dan rasakan ketegangan terlepas. Ulangi dengan kaki Anda yang lain. Setelah selesai, tubuh Anda akan merasa ringan.
7.      Pernapasan mengerutkan bibir: Jenis metode pernapasan ini bermanfaat jika Anda menderita serangan asma. Tarik napas perlahan melalui hidung dan menghembuskan napas melalui bibir mengerucut; menghembuskan napas seperti jika Anda mencoba bersiul. Latihan pernapasan ini harus dilakukan saat menggunakan teknik pernapasan diafragma.


Perubahan gaya hidup dan Pengobatan Rumahan

Mempertahankan gaya hidup sehat merupakan pelengkap yang bagus untuk latihan pernapasan Anda dan akan mengurangi kemungkinan serangan asma di masa depan.

Hindari pemicu Anda:
1.       Bersihkan dekorasi Anda: Minimalkan jumlah debu yang Anda hirup saat Anda tidur dengan teratur membersihkan atau mengganti barang di kamar tidur Anda. Melampirkan dan menyarung kasur Anda, dan bantal dengan penutup debu. Bersihkan karpet dan pasang lantai kayu keras. Cuci tirai dengan teratur.
2.       Kelembaban yang tepat: Jika Anda tinggal di iklim lembab, Anda mungkin perlu mempertimbangkan menggunakan dehumidifier.
3.       Bersihkan secara teratur: Bersihkan rumah Anda setidaknya sekali seminggu. Jika Anda menemukan daerah berdebu, pakai masker atau suruh orang lain untuk membersihkan.
4.       Gunakan AC: AC akan mengurangi jumlah serbuk sari dari rumput, gulma dan pohon yang mengalir di dalam ruangan. Hal ini juga menurunkan kelembaban dalam ruangan dan mengurangi ekspos terhadap debu. Jika Anda tidak memiliki pendingin udara kemudian jendela ditutup selama musim serbuk sari.
5.       Kurangi ketombe hewan peliharaan: Jika Anda alergi terhadap bulu, hindari hewan peliharaan dengan bulu atau rambut. Mandikan dan dandani hewan peliharaan Anda secara teratur juga dapat mengurangi jumlah bulu di rumah Anda.
6.       Tutup hidung dan mulut selama musim dingin: Jika salah satu dari pemicu asma Anda adalah udara dingin atau kering, kemudian gunakan masker wajah jika dingin di luar.
7.       Jaga berat badan yang sehat: kelebihan berat badan atau obesitas dapat memperburuk gejala asma.
8.       Kendalikan maag dan penyakit gastroesophageal reflux (GERD): refluks asam menyebabkan mulas, dapat merusak saluran udara dan memicu gejala asma Anda. Jika Anda menderita sering mulas, bicara dengan dokter Anda tentang pengobatan untuk GERD.



Mekanisme koping:
1.       Kendalikan diri: Asma dapat menantang dan stres kapan saja, jadi beristirahatlah di antara tugas dan hindari kegiatan yang akan membuat gejala lebih buruk.
2.       Buat Catatan: Membuat catatan akan membantu Anda menghindari merasa kewalahan dan putus asa. Hadiahi diri Anda sendiri untuk setiap tujuan Anda capai.
3.       Ngobrol dengan orang lain yang paham kondisi Anda: Gunakan Internet, papan pesan, chat room atau kelompok dukungan untuk terhubung dengan orang lain yang menghadapi tantangan asma serupa.


Sources for Today’s Article:
“9 breathing exercises for asthmatics,” Respiratory Therapy Cave web site, September 26, 2011; http://respiratorytherapycave.blogspot.in/2011/09/9-breathing-exercises-for-asthmatics.html.
Frea, R., “7 Breathing Exercises to Control Asthma,” HealthCentral web site, last updated June 11, 2014; http://www.healthcentral.com/slideshows/7-breathing-exercises-to-control-asthma/#slide=1, last accessed October 20, 2015.
“How Breathing Exercises Can Help Asthmatics,” allhealthhealing.com, http://www.allhealthhealing.com/health-holistic/how-breathing-exercises-help-asthmatics.php, last accessed October 20, 2015.
“Asthma,” Mayo Clinic web site, October 17, 2015; http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/basics/symptoms/con-20026992.
“Asthma Risk Factors,” Healthline web site, September 24, 2014; http://www.healthline.com/health/asthma-risk-factors#Overview1.
Image Sources:




Click Here For Smileys :D
:D
:)
:[
;)
:D
:O
(6)
(A)
:'(
:|
:o)
8)
(K)
(M)

No comments:

Post a Comment